Sabtu, 16 Maret 2019
Douglas Costa Sempat Ragukan Ronaldo
Turin - Douglas Costa sempat ragu Cristiano Ronaldo bisa memberi dampak ke ruang ganti Juventus. Namun Ronaldo kini telah mencuri hati para penggawa Juventus.
Juventus mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid pada awal musim ini. Untuk memboyong bintang asal Portugal itu, Juventus menggelontorkan dana sampai 100 juta euro.
Ronaldo langsung memberi dampak instan di atas lapangan. Sejauh ini, Ronaldo sudah mengemas 24 gol dari 36 kali penampilan di semua kompetisi.
Baru-baru ini, Ronaldo menunjukkan kilaunya saat membawa Bianconeri melaju ke perempatfinal Liga Champions. Hat-trick yang ia buat ke gawang Atletico Madrid pada laga leg kedua babak 16 besar membawa Juventus membalik defisit dua gol yang mereka derita.
Douglas Costa pun mengakui kontribusi Ronaldo telah membuat Juventus menjadi lebih baik. Pria asal Brasil ini juga berharap Si Nyonya Tua bisa meraih banyak gelar bersama kapten timnas Portugal itu.
"Begitu dia tiba, klub membaik dalam setiap aspek. Kontribusinya telah terlihat," ujar Costa dilansir dari Football Italia.
"Dia mencetak gol setiap pekan, dia mendatangkan lebih banyak penggemar ke stadion dan kami berharap bisa memenangi banyak hal dengannya sehingga kami membuat sejarah bersamanya di sisi kami," sambungnya.
Meski begitu, Costa ternyata sempat ragu Ronaldo bisa memberi dampak ke ruang ganti Juventus. Namun CR7 mampu menepis anggapan itu dengan sukses mencuri hati rekan-rekan satu timnya.
"Percaya atau tidak, tetapi ketika kedatangan Cristiano Ronaldo sedang dirundingkan, saya bertanya 'akan seperti apa ruang ganti nanti?'", kata mantan pemain Bayern Munich ini menjelaskan.
"Kami semua harus saling mencintai sebagai rekan tim karena kami semua mencari posisi utama dalam tim, tetapi Cristiano memenangkan hati semua orang dengan sangat cepat."
"Dia pria sederhana, pekerja keras yang suka kemenangan. Juventus mencari seorang pemain dengan mental sepertinya, jadi dia memberi kami banyak hal," tuturnya menyimpulkan.
Kamis, 14 Maret 2019
Fakta-fakta Caleg Germo Penjual ABG: Jadi Tersangka-Dipecat Partai
Salon tersebut berada di Jalan Raya Cilegon-Anyer, Ramanuju, Kota Cilegon. Polisi juga menetapkan RW, yang merupakan pelanggan NH, sebagai tersangka.
1. Pekerjakan 4 ABG sebagai PSK dengan tarif Rp 400 Ribu
NH mempekerjakan empat wanita sebagai penjaja seks. Salah satu ABG ada yang direkrut dari Lampung. NH sendirilah yang memberikan bimbingan teknis dalam melayani pria hidung belang.
NH menjual ABG dengan tarif Rp 400 ribu sekali kencan. "Berdasarkan pengakuan ABG, ia mendapatkan bayaran Rp 400 ribu untuk melayani seks dan menyerahkan uang setelah melayani seks kepada pengelola salon NH sebesar Rp 150 ribu," kata Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra kepada wartawan, Rabu (14/3/2019).
2. Pelanggan turut dijadikan tersangka
Selain menetapkan caleg germo dari Perindo sebagai tersangka kasus perdagangan orang, polisi menetapkan pelanggannya, RW (45), sebagai tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka lantaran menggauli anak di bawah umur.
Karena RW kedapatan berhubungan intim dengan anak di bawah umur, polisi menetapkan dia sebagai tersangka. Alasannya, pelanggan itu telah melanggar UU Perlindungan Anak.
"Anak di bawah umur itu kan dilindungi UU, kita periksa dan selidiki, ditetapkanlah jadi tersangka," ujar AKP Dadi.
3. Caleg germo dikenai Pasal Perdagangan Orang
NH, yang diduga menjadi muncikari, dijerat pasal UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). NH saat ini ditahan di Lapas Cilegon. Dia juga disangkakan Pasal 83 UU Perlindungan Anak dan Pasal 30 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
4. Perindo pecat caleg germo karena bikin malu
Perindo resmi memecat NH dari partainya. NH dianggap Perindo bikin rusuh dan mempermalukan nama Perindo.
"Dengan ditetapkannya caleg tersebut sebagai tersangka, DPP telah memecat dengan tidak hormat kepada caleg tersebut," ungkap Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq.
(rvk/gbr)
Rabu, 13 Maret 2019
Hajar dan Ambil Telepon Fans, Conor McGregor Ditangkap Polisi
Jakarta - Conor McGregor ditangkap kepolisian Miami, Amerika Serikat. Petarung UFC itu diketahui menghajar dan mengambil telepon genggam penggemarnya.
Dikutip Mirror, McGregor diamankan kepolisian di luar kawasan hotel tepi pantai Miami, Amerika Serikat. Tepatnya, petarung Irlandia Utara itu diamankan dari sebuah kontrakan di Miami-Dade County's Turner Guilford Knight Correctional
Seperti dilaporkan juru bicara kepolisian, Mcgregor didakwa dengan perampokan dan kriminal ringan. Juara UFC itu diketahui menghajar dan mengambil telepon seseorang.
McGregor diketahui membuang telepon genggam yang dipegang sang penggemar, sebelum menginjak penggemarnya. Lalu, McGregor justru mengambil telepon genggam itu, yang diketahui berharga 1.000 dolar atau sekitar Rp 14,2 juta.
Kejadian itu terekam dalam kamera CCTV. McGregor tak langsung ditangkap, tapi dipantau dulu sebelum diamankan di kediamannya. Kemudian ia pun dibawa ke penjara Miami-Dade pada Senin malamnya.
McGregor sendiri sedang berada di Amerika Serikat untuk merayakan ulang tahun ibunya yang ke-60. Akibat kejadian ini, McGregor masih terhindar dari hukuman mendekam di balik jeruji besi.
Sebagai gantinya, ia harus menjalani sanksi sosial dengan masyarakat di gereja-gereja Brooklyn dan mengontrol emosinya. Jika dalam percobaannya masih berulah, bukan tak mungkin petarung yang sempat dihajar Floyd Mayweather Jr ini bakal merasakan dinginnya penjara. (yna/din)
Selasa, 12 Maret 2019
Setelah Anak-anak ISIS Pulang Kampung
Melihat penampilan mereka, Abu Omar salah duga. Jika hanya melihat dari pakaiannya, orang mungkin bakal menyangka mereka adalah serombongan turis yang hendak melancong. Abu Omar pun tak punya pikiran bahwa rombongan itu adalah orang-orang yang baru pulang dari perang.
“Mereka mengenakan baju-baju yang keren, perhiasan berkilau melingkar di leher mereka,” Omar, penyelundup pengungsi yang biasa beroperasi di perbatasan Suriah dengan Turki, menuturkan kepada New York Times tiga bulan lalu. “Sepertinya mereka berusaha menyaru. Kalian tak akan menyangka bahwa mereka orang ISIS. Mereka membabat habis jenggot, tak berbicara sepatah pun bahasa Arab, dan menyembunyikan paspor dalam sepatunya.”
Dalam setahun terakhir, menurut Omar, makin banyak prajurit asing Negara Islam (ISIS) yang meninggalkan Suriah lewat perbatasan Turki. Kadang, menurut Omar, prajurit ISIS dari berbagai negara ini menggabungkan diri dengan rombongan pengungsi Suriah. Bahkan ada kalanya, untuk mengelabui pemeriksaan patroli perbatasan Turki, mereka menyaru sebagai perempuan.
Setelah lebih dari tiga tahun menguasai sejumlah wilayah di Suriah dan Irak, mengibarkan bendera hitam di sana, dan menebar teror di sejumlah negara, kini posisi ISIS justru makin terpojok. Satu demi satu wilayah yang dulu mereka klaim sebagai daerah kekuasaan ISIS, dari Raqqa di Suriah hingga Mosul di Irak, lepas dan direbut tentara Irak, Suriah, atau gerilyawan yang disokong Amerika Serikat dan tentara Kurdi. Hanya tinggal satu-dua wilayah sempit di sisi timur Sungai Eufrat, di bagian selatan perbatasan Suriah dan Irak, yang masih dikuasai ISIS
Belant Zulgayeva hanya bisa menatap dengan galau setiap kali melihat cucu-cucunya bermain di depan rumahnya di Chechnya, Rusia. Mereka, bocah-bocah itu, sangat irit bicara, tapi sangat aktif berlari, bersembunyi, kadang bergumul, berkelahi, dan saling pukul dengan ganas.
Bagaimana tiga bocah itu berkelahi hanya mengingatkan kembali dari mana mereka datang. Ketiga cucu Belant belum lama tinggal bersamanya. Mereka merupakan bagian dari rombongan anak-anak dan perempuan ISIS yang dipulangkan oleh pemerintah Rusia dari Irak dan Suriah.
Sejak Agustus 2017, pemerintah Rusia telah memulangkan lebih dari 100 perempuan dan anak-anak dari medan perang di Suriah dan Irak. Sebagian besar bocah itu merupakan saksi mata brutalnya perang di sana. Hadizha, 8 tahun, salah satunya. Bocah perempuan itu ditemukan petugas organisasi kemanusiaan menggelandang di jalanan Kota Mosul. Badannya penuh luka.
Dia pergi dari Chechnya ke Irak bersama ayah, ibu, dan tiga saudaranya. Ayahnya kemungkinan besar tewas dalam pertempuran mempertahankan Kota Mosul. Bagaimana nasib ibu dan tiga saudaranya, Zura, sang nenek di Chechnya, tak tahu kabarnya. “Aku tanya kepada Hadizha, ‘Apa yang terjadi?’, tapi dia tak mau bercerita banyak. Dia hanya bilang mereka ditembak,” ujar Zura kepada New York Times.
Meski kini Hadizha jauh dari baku tembak, anak itu sepertinya masih sulit melupakan apa yang dia lihat di Irak. Sepanjang hari, dia lebih banyak duduk meringkuk di sofa dan menonton film di televisi. Kadang tatap matanya kosong memandang kejauhan. “Dia hanya diam membisu,” kata sang nenek. Kali lain, seperti ada kemarahan membayang di matanya.
Apa persisnya yang ada di kepala anak-anak keluarga ISIS itu siapa yang tahu. Seberapa jauh mereka kenal dengan ideologi ISIS juga tak diketahui persis. Pemerintah Rusia berharap, membawa pulang mereka akan menjauhkannya dari ISIS. “Apa yang mesti kami lakukan, meninggalkan mereka di sana dan membiarkan orang-orang itu merekrutnya?” kata Ziyad Sabsabi, senator asal Chechnya.
Tak semua orang yang pergi ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS datang dengan isi kepala yang sama. Ada yang datang untuk ikut berperang bersama ISIS, tapi ada pula yang tergoda dengan janji-janji ISIS. Ada pula perempuan yang pergi ke Raqqa di Suriah atau Mosul di Irak lantaran ikut suami. Tak sedikit juga anak-anak yang menyertai orang tuanya atau malah lahir di ‘negara’ yang diproklamasikan ISIS itu.
Di antara ribuan pengikut ISIS yang pulang kampung ke negara asalnya setelah ISIS babak-belur di Suriah, ada rombongan perempuan dan anak-anak itu. Kepala Kantor Keamanan Dalam Negeri Jerman memperingatkan, kendati perempuan dan anak-anak itu tak ikut berperang di Suriah, tak berarti mereka bisa dianggap sudah ‘aman’. “Ada anak-anak yang sudah dicuci otaknya dan teradikalisasi,” Hans Georg Maassen, Kepala Kantor Keamanan Dalam Negeri Jerman (BfV), memperingatkan seperti dikutip Daily Mail, Februari lalu. “Mereka sudah terpapar ideologi ISIS sejak dini, belajar berperang, bahkan dalam sejumlah kasus turut berpartisipasi dalam menyiksa tahanan.”
Bagaimana menghadapi dan memperlakukan prajurit ISIS dan keluarganya tak seragam di setiap negara. Bagi para kombatan ISIS, sikap Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda, dan Rory Stewart, Menteri Negara di Kementerian Kehakiman Inggris, bisa jadi gambaran. Ketimbang pusing, repot, dan cemas menghadapi mantan kombatan ISIS yang pulang ke negaranya, Perdana Menteri Rutte lebih suka melihat mereka mati di medan perang.
“Orang-orang ini merupakan bahaya bagi kita…. Sayangnya, satu-satunya cara untuk menangani mereka, dalam banyak kasus, adalah dengan membunuhnya,” kata Rory, dikutip BBC, beberapa bulan lalu. Penjara sudah menanti para kombatan ISIS jika mereka hendak pulang kampung di sebagian besar negara.
Bagi para perempuan dan anak-anak, sikap pemerintahnya memang lebih lunak. Rata-rata negara Eropa, menurut Rik Coolsaet, peneliti senior di Egmont Institute, punya asumsi yang sama soal anak-anak yang baru pulang dari daerah perang ini, yakni bahwa mereka merupakan ‘korban’, dus bukan merupakan ancaman bagi keamanan.
Tapi Maassen berpendapat, anak-anak ISIS itu, juga para perempuan simpatisan ISIS, mesti terus diawasi. Dia mengusulkan revisi Undang-undang Jerman yang membatasi pengawasan terhadap anak-anak di bawah umur 14 tahun. Dia tak asal bicara tanpa fakta. Sepanjang 2016, ada beberapa kali pengeboman dan rencana teror di Jerman dengan pelaku anak-anak di bawah umur. “Kami menganggap sebagian anak itu sebagai bom waktu berjalan,” kata Maassen.
Senin, 11 Maret 2019
Ronaldo ke Fans Juve: Bantu Kami untuk Comeback
Turin - Juventus mencari comeback dari kekalahan lawan Atletico Madrid. Cristiano Ronaldo meminta fans untuk percaya bahwa hal itu bisa dilakukan.
Juventus kalah 0-2 dengan Atletico di leg pertama 16 besar Liga Champions. Si Nyonya Tua harus bisa menang 3-0 di Allianz Stadium di leg kedua, Rabu (13/3/2019) dinihari WIB, jika mau lolos dalam permainan 90 menit.
Bianconeri pernah melakukan beberapa comeback dalam kekalahan di leg pertama. Salah satunya menumbangkan Madrid di semifinal setelah kalah 1-2 di pertemuan pertama dan membalas 3-1 di pertemuan kedua.
Situasi kali ini berat untuk Juve. Mereka belum pernah pernah membalikkan keadaan saat kalah 0-2.
Meski sulit, Ronaldo meminta semua fans percaya dengan comeback. Juve juga tak bisa sendiri dan butuh bantuan fans di stadion.
"Saya pikir tim oke, penuh percaya diri, dan kami yakin. Kami harus melakukannya [comeback] pada malam yang spesial," kata Ronaldo kepada Juventus TV.
"Saya ingin mengatakan kepada fans pada Selasa malam, mari berpikir positif, mari percaya. Itu (comeback) mungkin, tapi kami butuh bantuan Anda untuk membuat stadion penuh dukungan indah, semuanya bersama-sama," sambungnya.
"Kami butuh bantuan Anda, sama seperti kami melakukan tugas di atas lapangan, berusaha mencetak banyak gol dan memenangkan pertandingan dan untuk itu kami butuh bantuan Anda. Bersiap untuk comeback!" seru Ronaldo.
Minggu, 10 Maret 2019
Marquez Mengekor Petrucci, Ducati Protes
Doha - Aksi Marc Marquez mengekor Danilo Petrucci membuat kubu Ducati kesal. Protes pun mereka sampaikan ke Race Direction, yang ditanggapi ketus oleh Marquez.
Marquez dua kali mengekor Danilo Petrucci pada sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Strategi itu mengantar Marquez dapat posisi start ketiga, sementara Petrucci akan memulai balapan dari urutan tujuh.
Meski kesal, Petrucci terlihat bisa menerima dirinya dijadikan 'penarik' Marquez. Tapi kubu Ducati sepertinya kesal dengan aksi tersebut.
Meski tahu apa yang dilakukan Marquez tidak melanggar aturan, Ducati kabarnya melakukan protes atas aksi si rider Honda dua kali membuntuti Petrucci ke Race Direction. Tapi pabrikan asal Italia itu tak sampai mengajukan protes resmi.
"Berapa kali kalian telah mengikuti saya (melakukan hal yang sama). Itulah yang terjadi pada tim pabrikan," ucap Marquez dikutip dari Marca.
"Itu sesuatu yang normal. Jika itu membuatmu marah, memang iya. Tapi inilah MotoGP, kita bukan balapan reli atau yang sejenisnya. Satu hal soal slipstream, saat Anda memanfaatkannya, Anda akan bisa mendapatkan catatan lap yang bagus."
"Saat saya melakukannya, itu sesuatu yang normal. Saya pikir Anda tidak perlu marah akan hal itu. Itu tidak melanggar aturan," papar Marquez.
Menanggapi hal tersebut, Andrea Dovizioso tak mau berkomentar panjang. Dia menyebut melakukan towing dengan memanfaatkan slipstream adalah hal yang lumrah.
"Saya tidak melihat jelas kejadiannya. Tapi itu bukan hal yang buruk. Dalam situasi tertentu, semua pebalap melakukannya," ucap Dovi. (din/ran)
Sabtu, 09 Maret 2019
Fabio Quartararo yang Melesat dan Mengejutkan
Doha - Sebagai rookie pendatang baru, Fabio Quartararo membuat kejutan di free practice MotoGP Qatar 2019. Rider Petronas Yamaha SRT itu melesat di latihan.
Quartararo merupakan pendatang baru di MotoGP 2019. Setelah musim lalu finis ke-10 di Moto2 2018, ia diangkut Petronas Yamaha SRT, tim satelit Garpu Tala, ke kelas tertinggi.
Sebagai 'anak baru' di MotoGP, Quartaro pun langsung unjuk gigi dalam free practice MotoGP Qatar. Di Sirkuit Losail, Doha, Qatar, Jumat (8/3/2019) waktu setempat, ia bercokol di peringkat lima dalam free practice kedua.
Ia memperbaiki catatan waktunya setelah di free practice pertama masih berada di luar 10 besar, yakni di peringkat 11. Usai latihan, ia pun mengaku terkejut bisa melesat meski sempat membuat sedikit kesalahan.
"Kami telah berhasil mempertahankan kecepatan yang baik dan khususnya waktu putaran cepat," kata Quartararo dikutip Crash.
"Saya merasa tidak enak di ban pertama, tetapi saya memiliki tangki penuh saat itu. Setelah itu, kami mencoba ban lain dan saya benar-benar membuat beberapa kesalahan pada putaran cepat saya, jadi itu sebuah kejutan melihat saya bisa mencatat waktu 54.1 detik, yang berarti saya bisa mendekati 53 detik atau lebih rendah dari 54 detik," jelasnya.
Jumat, 08 Maret 2019
Ranieri Kembali Latih Roma
Roma - AS Roma langsung bergerak mengangkat pelatih baru usai memecat Eusebio Di Francesco. Roma menunjuk Claudio Ranieri sebagai pelatih sampai akhir musim.
Roma memberhentikan Di Francesco pada Kamis (7/3/2019) waktu setempat. Keputusan tersebut diambil sehari setelah Roma tersingkir dari Liga Champions.
Sebagai pengganti Di Francesco, Roma mengangkat Ranieri. Pelatih berusia 67 tahun itu dikontrak sampai 30 Juni 2019.
"Kami dengan senang hati menyambut Claudio Ranieri kembali ke klub," ujar Presiden Roma Jim Pallotta seperti dikutip situs resmi klub.
Ini akan jadi periode kedua Ranieri di Roma. Sebelumnya, mantan manajer Leicester City itu pernah menangani Roma pada 2009-2011.
Pertandingan antara Roma dan Empoli di giornata 27 pada Selasa (12/3/2019) dini hari WIB di Stadion Olimpico akan jadi laga pertama Ranieri.
Roma saat ini sedang berupaya untuk finis di empat besar. Giallorossi menempati peringkat lima klasemen dengan 44 poin, terpaut tiga angka dari Inter Milan yang ada di urutan keempat
Senin, 04 Maret 2019
Marquez Tak 100 Persen, Dovizioso Unggulan di MotoGP Qatar
Jakarta - Rider Repsol Honda, Marc Marquez, masih belum sepenuhnya fit menjelang MotoGP 2019 bergulir. Andrea Dovisioso menjadi unggulan di seri pertama, MotoGP Qatar.
Marquez masih mengeluhkan sakit pada bahu kirinya selepas menjalani pramusim terakhir di sirkuit Losail, Qatar, pada pekan lalu. Dia masih kesulitan untuk mengubah arah motor.
Hal itulah yang disebut akan menguntungkan para pesaingnya. Pebalap Ducati, Dovizioso, salah satunya.
Pada musim lalu, Dovizioso merupakan pemenang seri pembuka di Qatar. Adu cepatnya dengan Marquez berjalan sengit, hanya berjarak 0,027 detik saat menyentuh garis finis.
Eks pebalap asal Inggris yang menjadi komentator di BT Sport, Neil Hodgson, menjagokan Dovizioso akan mengambil keuntungan dari situasi itu.
Mungkin kita akan memasuki musim dengan kondisi di mana Marquez ada di bawah standard," kata Hodgson di Daily Star.
"Wajarnya kita akan mengunggulkan dia, tapi buat saya Dovi mungkin unggulannya."
"Dia pribadi yang tenang yang hanya mengurusi urusannya."
"Dia cepat di Qatar. Saya ingat pertarungan (antara dia dengan Marquez) tahun lalu," dia menambahkan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Douglas Costa Sempat Ragukan Ronaldo
Turin - Douglas Costa sempat ragu Cristiano Ronaldo bisa memberi dampak ke ruang ganti Juventus . Namun Ronaldo kini telah mencuri hati p...
-
Turin - Douglas Costa sempat ragu Cristiano Ronaldo bisa memberi dampak ke ruang ganti Juventus . Namun Ronaldo kini telah mencuri hati p...
-
Menyeret kasus pelanggaran HAM di Papua. Dream - Model interogasi yang dilakukan Polres Jayawijaya, Papua, terhadap terduga pelaku pencu...












































